Home » Blog » Bagaimana mendapatkan pekerjaan bagus (Bagian 2)

Akhirnya sejauh ini semuanya berjalan lancar. Kamu sudah mempelajari lowongan yang ada dengan baik, membuat CV/resumé dan surat lamaran yang sempurna. Sekarang, mereka ingin mewawancaraimu! Lalu bagaimana? Silahkan baca…
Wawancara merupakan sebuah peluang buat kamu untuk melakukan dua hal yang sama pentingnya. Pertama dan yang paling penting sekali, ini merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk memperkuat ketertarikan mereka terhadap kamu sehingga mereka akhirnya sangat ingin mempekerjakanmu. Tapi di lain pihak, ini juga merupakan peluang untuk kamu memberikan penilaianmu sendiri terhadap mereka dan apakah kamu benar-benar menginginkan pekerjaan ini. Perlu diingat bahwa pekerjaan tersebut mungkin bukan pekerjaan yang selama ini kamu cari. Kalau kamu lagi nganggur dan ingin sekali bekerja, memang terasa akan sangat sulit untuk menolak kesempatan ini, tapi paling tidak kamu harus mencobanya. Memutuskan untuk menerima pekerjaan yang tidak benar-benar kamu inginkan pada akhirnya hanya akan menyebabkan sebuah kegagalan dan kamu akan menyadari bahwa kamu sudah membuang waktumu sia-sia dan bingung harus mencantumkan apa di CV nanti.
Wawancara kerja merupakan proses penjualan dua arah. Kamu ingin menawarkan dirimu sendiri, begitu juga dengan perusahaan yang kamu lamar. Ingatlah hal ini baik-baik pada saat kamu mempersiapkan dirimu untuk menghadapi wawancara.

Persiapan terpenting dalam menghadapi wawancara kerja adalah pengamatan ulang terhadap perusahaan dan lowongan kerja yang ada, dan juga penilaian yang sangat hati-hati terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirimu. Tapi, kamu juga harus realistis karena ada beberapa aspek yang belum jelas mengenai pekerjaan yang kamu lamar sebelum kamu datang untuk wawancara, sehingga pada tahap ini kamu belum bisa memberikan penilaian yang benar-benar lengkap.
Perlu diketahui bahwa kelebihan dan kekurangan yang kamu punya merupakan hal yang sangat penting. Ada dua alasan dalam hal ini. Pertama, kamu pasti ingin menunjukkan semua kelebihanmu pada saat wawancara berlangsung, apalagi kalau kamu sudah memikirkan tentang hal tersebut sebelumnya. Tapi, kekuranganmu juga sama pentingnya. Kamu menunjukkan kekuranganmu untuk melihat apakah kamu benar-benar menginginkan pekerjaan tersebut. Kalau kamu merasa bahwa bahwa pekerjaan yang kamu lamar ternyata lebih banyak mengarah pada kekurangan kamu, mungkin kamu tidak akan menyukai pekerjaan tersebut dan tidak akan bisa melakukannya dengan baik.

Pada saat wawancara, biasanya kamu tidak akan ditanyai secara langsung mengenai kelebihan-kelebihanmu. Lagipula, mereka sudah bisa baca dari CV-mu. Justru mungkin mereka akan bertanya mengenai kekuranganmu. Jika hal ini terjadi, maka penting bagimu untuk menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan lugas tanpa harus menghilangkan peluangmu untuk diterima kerja.

Lalu bagaimana mungkin menggabungkan kedua hal yang berbeda ini? Hati-hati dalam memilih kekuranganmu! Jangan terlalu berpandangan negatif terhadap dirimu sendiri. Misalnya, jika kamu belum mempunyai pengalaman kerja yang mereka inginkan, kamu bisa mengatakan:
“Pekerjaan ini akan menjadi langkah awal bagi saya, langkah awal yang saya inginkan dan siap lakukan, meskipun saya belum berpengalaman dalam melakukan pekerjaan ini.”

Coba kamu perhatikan kata “belum” di atas.
Dengan kejujuran dan kepercayaan diri yang kamu miliki maka kamu merubah kekuranganmu (bahwa kamu tidak berpengalaman dalam pekerjaan tersebut) menjadi sebuah kelebihan (ambisi, kepercayaan diri, dan potensi pengembangan diri).
Sayang sekali, setiap wawancara berbeda satu sama lain dan tips dalam artikel semacam ini tidak terbatas jangkauannya. Tapi saya mau menambahkan satu hal lagi. Kadang, kamu harus menghadapi wawancara menggunakan bahasa Inggris dan waspadalah terhadap berbagai macam kendala yang menghalangimu.
Bahasa itu rumit, dan hanya ada segelintir orang yang bisa diwawancarai menggunakan bahasa Inggris tanpa membuat kesalahan. Penggunaaan kata-kata yang salah, struktur bahasa yang salah, kesalahpahaman budaya dan masih banyak lagi kesalahan lain yang mungkin timbul untuk pelamar yang kurang mewaspadai hal-hal tersebut. Jadi, kamu harus sering berlatih dengan seorang penutur asli bahasa Inggris sebelum kamu menghadapi wawancara yang sesungguhnya. Semakin penting pekerjaan tersebut untukmu, semakin penting pula kamu berlatih wawancara menggunakan bahasa Inggris.
Jika kamu tinggal di Jakarta, guru-guru profesional AIM siap membantumu dengan persiapan wawancara kerja kamu. Hubungi AIM – kami tidak bisa menjamin kesuksesanmu, pada akhirnya memang tergantung pada dirimu sendiri. Tapi paling tidak kami bisa membuatmu lebih luwes dalam menghadapi tantangan kerja saat ini.

You must be logged in to post a comment.

Klien Kami