<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AIM for English</title>
	<atom:link href="http://aimjakarta.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aimjakarta.com</link>
	<description>Kursus Bahasa Inggris</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Aug 2011 09:25:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=</generator>
		<item>
		<title>wintermar testimonial bahasa</title>
		<link>http://aimjakarta.com/wintermar-testimonial-bahasa/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/wintermar-testimonial-bahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 06:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Testimonial-id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1321</guid>
		<description><![CDATA[Karyawan kami memberikan umpan balik yang sangat positif dan kemampuan berbahasa Inggris mereka meningkat secara signifikan. Kami telah menyelesaikan 13 modul kursus pelatihan dari Aim dan memastikan bahwa kami akan ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karyawan kami memberikan umpan balik yang sangat positif dan kemampuan berbahasa Inggris mereka meningkat secara signifikan. Kami telah menyelesaikan 13 modul kursus pelatihan dari Aim dan memastikan bahwa kami akan terus menggunakan Aim sebagai penyedia pelatihan bahasa Inggris di organisasi kami.” Direktur, PT Wintermar</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/wintermar-testimonial-bahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo nge-BLOG! Dan tingkatkan kemampuan bahasa Inggrismu!</title>
		<link>http://aimjakarta.com/ayo-nge-blog-dan-tingkatkan-kemampuan-bahasa-inggrismu/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/ayo-nge-blog-dan-tingkatkan-kemampuan-bahasa-inggrismu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1204</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kamu bisa mengakses Internet, kamu pasti bisa membuat blog sendiri. Kalau kamu belum pernah punya blog sebelumnya, jangan khawatir – caranya sederhana sekali. Gunakan salah satu provider blog gratis ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Kalau kamu bisa mengakses Internet, kamu pasti bisa membuat blog  sendiri. Kalau kamu belum pernah punya blog sebelumnya, jangan khawatir –  caranya sederhana sekali.<br />
Gunakan salah satu provider blog gratis terbesar, misalnya  Google&#8217;s Blogger atau WordPress, kemudian masuk atau buat akun baru, dan  mulailah memasukkan tulisan-tulisanmu.<br />
Kalau kamu sudah punya beberapa tulisan di blogmu, kamu sudah  bisa minta pendapat orang lain tentang kemampuan bahasa Inggrismu juga!  Tapi pastikan bahwa tulisan-tulisan dalam blogmu menarik dan orisinil  sehingga orang tertarik untuk mengunjungi blogmu.<br />
Kalau kamu sudah punya blog dan ingin berbagi dengan AIM, berikan alamat blogmu di <a href="../forum">Forum</a> kami dan para guru AIM akan dengan senang hati mengunjungi blogmu.<br />
Selamat bersenang-senang!</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/ayo-nge-blog-dan-tingkatkan-kemampuan-bahasa-inggrismu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana mendapatkan pekerjaan bagus (Bagian 3)</title>
		<link>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-3/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1202</guid>
		<description><![CDATA[Pada bagian pertama dari seri artikel ini, kita sudah membahas mengenai bagaimana mempersiapkan CV dan surat lamaran yang baik sehingga kamu bisa mendapat kesempatan untuk dipanggil wawancara. Di bagian kedua, ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada bagian pertama dari seri artikel ini, kita sudah membahas mengenai  bagaimana mempersiapkan CV dan surat lamaran yang baik sehingga kamu  bisa mendapat kesempatan untuk dipanggil wawancara. Di bagian kedua,  kita membahas mengenai wawancara itu sendiri. Jadi, anggap saja kamu  sudah melakukan semuanya dengan sangat baik dan kamu sudah diterima  kerja!</p>
<p>Lalu apa sekarang?</p>
<p>Menurut pengamatan saya,  terdapat dua jenis pekerjaan yang bagus. Pertama, pekerjaan yang  memiliki tujuan untuk “merubah” mu. Pekerjaan ini biasanya pekerjaan  tingkat pemula atau pekerjaan magang dan dalam hal ini perusahaan  menginginkan keahlianmu berkembang dan mempersiapkanmu untuk menjadi  lebih baik dari waktu ke waktu.</p>
<p>Jenis pekerjaan bagus kedua  adalah pekerjaan pada tingkat lanjutan dan tujuannya adalah agar kamu  merubah pekerjaan itu sendiri. Dengan kata lain, kamu harus bekerja  secara lebih efektif, menemukan cara baru untuk mengerjakan segala  sesuatunya dengan lebih baik, dan selalu berinovasi.</p>
<p>Jadi memang  pada akhirnya di luar sana ada beberapa pekerjaan yang memang tidak  bagus, kecuali memang kamu bisa menerima ketidakjelasan. Dengan kata  lain, kamu dipekerjakan tapi tidak dituntut lebih dari itu. Pekerjaan  semacam ini bisa dianggap tak lebih dari sekedar pegangan untukmu  menghadapi resesi mendatang. Kalau saya jadi kamu, saya akan menghindari  pekerjaan semacam ini kecuali memang kamu ada tanggungan keluarga dan  prioritas utamamu dalam bekerja hanyalah sebatas ada atau tidaknya  pendapatan tetap.</p>
<p>Mari kita anggap kalau kamu sudah mendapatkan  pekerjaan yang benar-benar bagus. Lalu apa strategi yang harus kamu  jalankan sehingga kamu dapat dengan baik memanfaatkan kesempatan ini?</p>
<p>Dalam  jenis pekerjaan yang “membangun” – artinya pekerjaan yang bisa merubah  dan mengembangkan potensi dalam dirimu – hal yang terpenting adalah  bagaimana menunjukkan kepada bosmu bahwa kamu mendapatkan pengalaman  itu! Kerjakan semua tugasmu sebaik mungkin dan berikan laporan ke pihak  manajemen secara teratur dan ketika kamu merasa bahwa kamu sudah sangat  menguasai suatu bidang pekerjaan, mintalah pendapat bosmu apakah ada hal  baru lainnya yang bisa kamu kerjakan. Mintalah tanggung jawab yang  baru. Dan yang lebih penting lagi, jangan biarkan dirimu terlupakan.  Delapan belas bulan adalah waktu yang sangat banyak untuk jenis  pekerjaan pada tingkat lanjutan semacam ini di mana kamu sudah bisa  menguasai sebagian besar tugas-tugasmu dan kamu mulai mengulangi tugas  yang sama terus menerus.</p>
<p>Nah, sekarang kamu sudah di posisi  pekerjaan yang lebih tinggi. Pada tahap ini kamu diharapkan untuk dapat  menunjukkan kemampuanmu dalam hal merubah keadaan dan membuatnya lebih  baik. Bulan pertama pada masa kerjamu adalah masa yang paling kritis.  Kamu akan mengetahui lebih banyak tentang pekerjaanmu sekaligus bertemu  dengan rekan-rekan barumu di kantor. Inilah kesempatanmu untuk banyak  bertanya dan mengamati segala sesuatunya. Pertimbangkanlah hal-hal yang  menyangkut prinsip dasar, contohnya: Untuk apa pekerjaan ini ada? Adakah  cara lain untuk mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik? Apakah  rekan-rekan kerjamu mempunyai kualitas yang kamu inginkan? Selain itu,  cobalah untuk berpikir mengenai laporan konsultan manajemen pada  perusahaan dimana kamu bekerja. Apa pendapat mereka tentang  produktivitas, penghematan biaya dan peningkatan efisiensi? Rancanglah  ide-ide inovatifmu dan bicarakan dengan atasanmu. Jangan berikan janji  yang berlebihan. Ketika idemu disetujui, jalankan rencanamu. Jangan  berhenti sampai disini – mulai pikirkan juga mengenai kemungkinan  langkah karirmu ke depannya dan pastikan bahwa kamu mempunyai kualitas  dan persiapan yang cukup baik untuk hal ini.</p>
<p>Yang terakhir,  perhatikan penggunaan bahasamu di kantor! Jika kamu harus berbahasa  Inggris di kantor, maka kamu harus berlatih terus untuk meningkatkan  kefasihan bahasa Inggrismu. Terlebih lagi jika kamu harus menulis  laporan dalam bahasa Inggris, pastikan bahwa laporanmu dicek oleh  seorang penutur asli bahasa Inggris.</p>
<p>Jika kamu beruntung tinggal  di Jakarta, guru-guru native AIM akan dengan senang hati membantumu  dalam berbicara, menulis dan mengecek semua laporan, dokumen dan surat  penting yang kamu buat menggunakan bahasa Inggris.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana mendapatkan pekerjaan bagus (Bagian 2)</title>
		<link>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-2/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya sejauh ini semuanya berjalan lancar. Kamu sudah mempelajari lowongan yang ada dengan baik, membuat CV/resumé dan surat lamaran yang sempurna. Sekarang, mereka ingin mewawancaraimu! Lalu bagaimana? Silahkan baca&#8230; Wawancara ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Akhirnya sejauh ini semuanya berjalan lancar. Kamu sudah  mempelajari lowongan yang ada dengan baik, membuat CV/resumé dan surat  lamaran yang sempurna. Sekarang, mereka ingin mewawancaraimu! Lalu  bagaimana? Silahkan baca&#8230;<br />
Wawancara merupakan sebuah peluang buat kamu untuk melakukan dua  hal yang sama pentingnya. Pertama dan yang paling penting sekali, ini  merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk memperkuat ketertarikan  mereka terhadap kamu sehingga mereka akhirnya sangat ingin  mempekerjakanmu. Tapi di lain pihak, ini juga merupakan peluang untuk  kamu memberikan penilaianmu sendiri terhadap mereka dan apakah kamu  benar-benar menginginkan pekerjaan ini. Perlu diingat bahwa pekerjaan  tersebut mungkin bukan pekerjaan yang selama ini kamu cari. Kalau kamu  lagi nganggur dan ingin sekali bekerja, memang terasa akan sangat sulit  untuk menolak kesempatan ini, tapi paling tidak kamu harus mencobanya.  Memutuskan untuk menerima pekerjaan yang tidak benar-benar kamu inginkan  pada akhirnya hanya akan menyebabkan sebuah kegagalan dan kamu akan  menyadari bahwa kamu sudah membuang waktumu sia-sia dan bingung harus  mencantumkan apa di CV nanti.<br />
Wawancara kerja merupakan proses  penjualan dua arah. Kamu ingin menawarkan dirimu sendiri, begitu juga  dengan perusahaan yang kamu lamar. Ingatlah hal ini baik-baik pada saat  kamu mempersiapkan dirimu untuk menghadapi wawancara.</p>
<p>Persiapan  terpenting dalam menghadapi wawancara kerja adalah pengamatan ulang  terhadap perusahaan dan lowongan kerja yang ada, dan juga penilaian yang  sangat hati-hati terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada  dirimu. Tapi, kamu juga harus realistis karena ada beberapa aspek yang  belum jelas mengenai pekerjaan yang kamu lamar sebelum kamu datang untuk  wawancara, sehingga pada tahap ini kamu belum bisa memberikan penilaian  yang benar-benar lengkap.<br />
Perlu diketahui bahwa kelebihan dan kekurangan yang kamu punya  merupakan hal yang sangat penting. Ada dua alasan dalam hal ini.  Pertama, kamu pasti ingin menunjukkan semua kelebihanmu pada saat  wawancara berlangsung, apalagi kalau kamu sudah memikirkan tentang hal  tersebut sebelumnya. Tapi, kekuranganmu juga sama pentingnya. Kamu  menunjukkan kekuranganmu untuk melihat apakah kamu benar-benar  menginginkan pekerjaan tersebut. Kalau kamu merasa bahwa bahwa pekerjaan  yang kamu lamar ternyata lebih banyak mengarah pada kekurangan kamu,  mungkin kamu tidak akan menyukai pekerjaan tersebut dan tidak akan bisa  melakukannya dengan baik.</p>
<p>Pada saat wawancara, biasanya kamu  tidak akan ditanyai secara langsung mengenai kelebihan-kelebihanmu.  Lagipula, mereka sudah bisa baca dari CV-mu. Justru mungkin mereka akan  bertanya mengenai kekuranganmu. Jika hal ini terjadi, maka penting  bagimu untuk menjawab pertanyaan mereka dengan jujur dan lugas tanpa  harus menghilangkan peluangmu untuk diterima kerja.</p>
<p>Lalu  bagaimana mungkin menggabungkan kedua hal yang berbeda ini? Hati-hati  dalam memilih kekuranganmu! Jangan terlalu berpandangan negatif terhadap  dirimu sendiri. Misalnya, jika kamu belum mempunyai pengalaman kerja  yang mereka inginkan, kamu bisa mengatakan:<br />
“Pekerjaan ini akan  menjadi langkah awal bagi saya, langkah awal yang saya inginkan dan siap  lakukan, meskipun saya belum berpengalaman dalam melakukan pekerjaan  ini.”</p>
<p>Coba kamu perhatikan kata “belum” di atas.<br />
Dengan kejujuran dan kepercayaan diri yang kamu miliki maka kamu  merubah kekuranganmu (bahwa kamu tidak berpengalaman dalam pekerjaan  tersebut) menjadi sebuah kelebihan (ambisi, kepercayaan diri, dan  potensi pengembangan diri).<br />
Sayang sekali, setiap wawancara berbeda satu sama lain dan tips  dalam artikel semacam ini tidak terbatas jangkauannya. Tapi saya mau  menambahkan satu hal lagi. Kadang, kamu harus menghadapi wawancara  menggunakan bahasa Inggris dan waspadalah terhadap berbagai macam  kendala yang menghalangimu.<br />
Bahasa itu rumit, dan hanya ada segelintir orang yang bisa  diwawancarai menggunakan bahasa Inggris tanpa membuat kesalahan.  Penggunaaan kata-kata yang salah, struktur bahasa yang salah,  kesalahpahaman budaya dan masih banyak lagi kesalahan lain yang mungkin  timbul untuk pelamar yang kurang mewaspadai hal-hal tersebut. Jadi, kamu  harus sering berlatih dengan seorang penutur asli bahasa Inggris  sebelum kamu menghadapi wawancara yang sesungguhnya. Semakin penting  pekerjaan tersebut untukmu, semakin penting pula kamu berlatih wawancara  menggunakan bahasa Inggris.<br />
Jika kamu tinggal di Jakarta, guru-guru  profesional AIM siap membantumu dengan persiapan wawancara kerja kamu.  Hubungi AIM – kami tidak bisa menjamin kesuksesanmu, pada akhirnya  memang tergantung pada dirimu sendiri. Tapi paling tidak kami bisa  membuatmu lebih luwes dalam menghadapi tantangan kerja saat ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana mendapatkan pekerjaan bagus (Bagian 1)</title>
		<link>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-1/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:47:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1198</guid>
		<description><![CDATA[“Hanya masalah angka,” kata mereka. Begitu banyak lamaran untuk setiap pekerjaan yang bagus. Kamu hanya perlu mengirimkan sebanyak mungkin surat lamaran, ke ratusan lowongan kalau perlu. Semakin banyak kamu melamar, ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Hanya masalah angka,” kata mereka. Begitu banyak lamaran untuk setiap  pekerjaan yang bagus. Kamu hanya perlu mengirimkan sebanyak mungkin  surat lamaran, ke ratusan lowongan kalau perlu. Semakin banyak kamu  melamar, semakin banyak pula kesempatan kamu diterima kerja. Gampang  kan? Cuma masalah angka saja kok.</p>
<p>Salah! Melamar pekerjaan bukan  hanya sekedar masalah angka, melainkan sebuah uji coba sepintar apa kamu  dalam mengamati sebuah kesempatan dan mempersiapkan segala sesuatunya  secara matang sampai kamu mendapatkan pekerjaan yang kamu inginkan.</p>
<p>Mari kita mulai dengan CV (Curriculum Vitae) atau yang sering disebut juga Resumé. Kamu butuh CV yang mengagumkan, betul?</p>
<p>Salah lagi!</p>
<p>Asal  kamu tahu, kamu membutuhkan CV yang berbeda untuk setiap pekerjaan yang  berbeda pula. Pengamatanmu terhadap suatu pekerjaan tertentu harus kamu  jadikan tolak ukur akan apa yang mereka inginkan darimu. Artinya kamu  harus menunjukkan kepada mereka bahwa kamulah orang yang tepat dan yang  mereka cari. Jangan pernah berdusta, merubah fakta, tetapi pilihlah  secara hati-hati tiap fakta yang ingin kamu tonjolkan di dalam CV-mu.   Memang mempunyai format standar CV itu bagus, tapi tiap CV harus  disesuaikan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Lagian, banyak sekali  sampel CV di internet yang bisa kamu jadikan contoh, tapi jangan  cantumkan kata-kata “CV” atau “Resumé” sebagai judul, cukup tulis nama  lengkap kamu di atasnya.</p>
<p>Aturan pertama dalam menulis CV (kecuali  kamu melamar untuk pekerjaan akademis) yaitu “buatlah sesingkat  mungkin”. Dua halaman paling banyak dan satu halaman kalau kamu melamar  untuk pekerjaan tingkat pemula. Pastikan data pribadi kamu mudah untuk  ditemukan dan pastikan juga kamu mencantumkan alamat, nomor telpon atau  email yang terbaru sehingga mudah untuk dihubungi. Usahakan untuk  menunjukkan unsur “pencapaian prestasi” pada pengalaman kerjamu  sebelumnya karena mereka menginginkan kandidat yang mempunyai prestasi  tertentu di masa lampau dengan harapan kandidat tersebut dapat melakukan  hal yang sama lagi di perusahaan mereka.</p>
<p>Dan satu hal lagi,  lampirkanlah foto atau ijazah hanya jika mereka dengan jelas memintanya  sebagai salah satu syarat penerimaan kerja.</p>
<p>Lalu seperti  biasanya, kamu juga akan menyertakan surat lamaran sebagai tambahan CV  itu sendiri.  Terkadang ada perusahaan yang minta surat lamaran dengan  tulisan tangan. Secara pribadi, saya menyarankan untuk menghindari  lowongan pekerjaan semacam ini karena biasanya mereka akan menggunakan  tulisan tanganmu untuk menilai kepribadianmu. Saya tidak akan mau kerja  untuk perusahaan seperti ini.</p>
<p>Surat lamaran yang kamu buat juga  harus singkat dan tidak mengulang informasi yang sudah kamu tulis di CV.  Namun, surat lamaranmu tetap harus menjadi suatu alat untuk menarik  perhatian mereka. Berikanlah satu kalimat yang membuat mereka ingin  bertemu denganmu!</p>
<p>Masih ada tiga hal penting lainnya.</p>
<p>Pertama,  pekerjaan yang bagus biasanya tidak pernah diiklankan. Untuk  mendapatkan pekerjaan seperti ini, kamu harus mengamati perusahaan di  mana kamu akan melamar, menganalisa apa yang mereka butuhkan, mengetahui  siapa yang membutuhkan jasa atau tenagamu, dan hubungilah mereka secara  langsung.</p>
<p>Kedua, semua yang kamu tulis di CV harus sempurna,  tidak ada kesalahan. Kamu dapat melakukannya dengan baik dalam bahasamu  sendiri, tapi hanya ada segelintir orang yang mampu melakukannya dengan  sempurna dalam bahasa asing meskipun mereka sudah mempelajari dan  menggunakan bahasa tersebut selama bertahun-tahun. Kesalahan sedikitpun  dalam ejaan, struktur dan penggunaan bahasa, dan tingkat keformalan  bahasa cukup bisa menunjukkan kepada perusahaan bahwa kamu sudah membuat  kesalahan. Mungkin kamu akan mendapat toleransi dari mereka, toh  mungkin juga mereka tidak begitu menyadarinya. Tapi, hal-hal seperti ini  bisa menjadi bahan pertimbangan mereka untuk menerimamu sebagai pegawai  atau tidak.</p>
<p>Dan yang terakhir, sejauh ini kebanyakan perusahaan  multi-nasional merekrut pegawai dengan kemampuan berbahasa Inggris yang  baik. Jadi, kalau kamu mencoba untuk melamar pekerjaan di salah satu  perusahaan semacam ini, pastikan bahwa bahasa Inggris kamu sempurna.</p>
<p>Jika kamu tinggal di Jakarta, tim kami di AIM akan dengan senang hati membantumu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/bagaimana-mendapatkan-pekerjaan-bagus-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keuntungan dari sebuah kesalahan</title>
		<link>http://aimjakarta.com/keuntungan-dari-sebuah-kesalahan/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/keuntungan-dari-sebuah-kesalahan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1196</guid>
		<description><![CDATA[Dunia usaha rentan terhadap kesalahan. Dari semua jenis usaha yang ada, pasti akan selalu ada kemungkinan untuk terjadinya suatu kesalahan. Bisa saja restoran membuat kesalahan dalam melayani pesanan konsumen; atau ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia usaha rentan terhadap kesalahan. Dari semua jenis usaha yang ada,  pasti akan selalu ada kemungkinan untuk terjadinya suatu kesalahan. Bisa  saja restoran membuat kesalahan dalam melayani pesanan konsumen; atau  mungkin toko komputer menjual perangkat lunak yang salah untuk aplikasi  yang anda inginkan; dan bukan tidak mungkin terjadi keterlambatan dalam  pengiriman mesin berat pesanan anda. Terkadang kesalahan semacam ini  merupakan kesalahan manusia, namun terkadang juga merupakan kesalahan  dari serangkaian sistem yang diterapkan.</p>
<p>Perusahaan yang baik  selalu melihat kembali kesalahan yang telah mereka buat lalu menerapkan  beberapa perubahan dan memastikan untuk tidak membuat kesalahan yang  sama. Ada kalanya mereka melakukan hal ini dengan sangat baik sehingga  mempunyai reputasi bisnis yang bebas dari kesalahan.</p>
<p>Perusahaan  yang hebat melakukan suatu hal yang lain. Untuk mengerti apa yang saya  maksud, baca contoh kecil berikut ini. Saya pergi ke sebuah kedai  makanan kecil di salah satu kota di Inggris. Kedai tersebut menjual roti  isi dan sup yang lezat sekali rasanya. Karena hari itu dingin sekali,  saya membeli sup dan juga roti isi. Ketika saya duduk dan mencicipi  supnya, ternyata tidak begitu panas, cuma hangat saja, lalu saya  komplain. Wanita pemilik kedai meminta maaf dan menggantikan sup saya  dengan sup yang panas. Wanita tersebut langsung mengerti apa yang telah  terjadi dan melakukan suatu hal yang hebat: mengganti sup saya dan  memberikan saya secangkir kopi gratis. (Sudah saya bilang ini hanya  adalah sebuah contoh kecil!)</p>
<p>Inti dari cerita ini adalah ada satu  hal yang saya ingat dari kejadian tersebut: kopi gratisnya dan bukan  sup hangatnya. Lalu saya pergi ke kedai yang sama beberapa minggu  kemudian dengan keyakinan penuh bahwa jika ada suatu hal yang kurang  memuaskan, mereka akan segera menanganinya dan membuat pelanggan mereka  senang. Saya berpendapat bahwa kedai tersebut memberikan pelayanan yang  hebat dan makanan kecil yang lezat.</p>
<p>Jadi secara umum, bagaimana  cara perusahaan mengatasi keluhan dan masalah mereka sangatlah penting.  Kabar baiknya adalah respon yang benar terhadap sebuah permasalahan  dapat membuat pelanggan anda merasa senang. Kabar buruknya adalah respon  yang salah terhadap kesalahan yang sama bisa membuat anda kehilangan  pelanggan tersebut beserta semua teman dan keluarga mereka, selamanya!</p>
<p>Menurut  saya, alasan untuk hal diatas sangatlah jelas; kita semua tahu bahwa  perusahaan yang terbaikpun mempunyai kemungkinan untuk melakukan suatu  kesalahan. Meski demikian, kita harus menilai kualitas dasar sebuah  perusahaan dari cara mereka menangani kesalahan tersebut. Reaksi mereka  terhadap suatu masalah memperlihatkan banyak hal kepada kita akan  perilaku mereka dan bagaimana mereka mengharapkan para pegawainya untuk  memperlakukan konsumen.</p>
<p>Ada begitu banyak contoh yang buruk dalam  menangani keluhan konsumen. Mungkin yang paling banyak dipublikasikan  beberapa tahun terakhir ini, dan tentu saja merupakan sebuah cerita  balas dendam konsumen yang paling menggelikan, berkaitan dengan  perusahaan penerbangan United Airlines. Jika anda belum melihat “United  Breaks Guitars”, silahkan klik <a title="United Breaks Guitars" href="http://www.youtube.com/watch?v=5YGc4zOqozo" target="_blank">link lagu dan video di You Tube ini</a>!  Lagu tersebut merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana anda  seharusnya tidak meremehkan sebuah permasalahan di bisnis anda, dan  itulah yang saya ingat mengenai United Airlines. Video tersebut telah  dilihat lebih dari 7 juta kali: sebuah mimpi buruk bagi United Airlines!</p>
<p>Tapi,  jika anda tinggal di Jakarta dan tertarik untuk belajar bahasa Inggris  (atau Bahasa Indonesia) bersama tim AIM, anda pasti akan mendapatkan  tiga hal berikut ini. Pertama, tim AIM akan bekerja keras untuk  memastikan bahwa kursus anda berjalan dengan baik dan anda mendapatkan  hasil seperti yang anda inginkan. Kedua, dan mungkin hal yang  terpenting, jika anda merasa tidak puas akan sesuatu hal, apapun itu –  kami akan berusaha lebih baik lagi untuk membuat anda senang dan puas  dengan pelayanan kami.</p>
<p>Ketiga dan yang terakhir,  kami tidak akan pernah mematahkan gitar anda!<br />
Dijamin!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/keuntungan-dari-sebuah-kesalahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negosiasi Bisnis</title>
		<link>http://aimjakarta.com/negosiasi-bisnis/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/negosiasi-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1194</guid>
		<description><![CDATA[Satu mitos dan delapan tips dari kehidupan nyata. Mitos Kebanyakan kursus pelatihan mengenai negosiasi bisnis menyarankan kepada Anda bahwa hasil “menang/menang” adalah hasil yang selalu menjadi tujuan Anda. Dalam hal ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<h3>Satu mitos dan delapan tips dari kehidupan nyata.</h3>
<h4>Mitos</h4>
<p>Kebanyakan kursus pelatihan mengenai negosiasi bisnis menyarankan  kepada Anda bahwa hasil “menang/menang” adalah hasil yang selalu menjadi  tujuan Anda. Dalam hal ini, kedua belah pihak merasa bahwa mereka telah  mencapai kesepakatan dan keduanya menginginkan yang terbaik untuk  masing-masing pihak. Hal ini adalah mitos belaka karena jika kedua pihak  menginginkan hal yang sama, maka apakah mungkin untuk mencapai suatu  hasil yang memuaskan keduanya?</p>
<h4>Tips 1 – waspadalah terhadap “binatang”</h4>
<p>Seturut dengan pengalaman saya, seringkali sisi lain dari versi  “menang/menang” adalah bahwa mereka menang sebanyak dua kali! Jadi tips  pertama saya dalam artikel ini adalah cobalah mencari tahu negosiator  jenis apa yang Anda hadapi. Jika mereka benar-benar mencari hasil yang  memuaskan kedua belah pihak, maka mengaculah pada satu tujuan. Tetapi  jika mereka jenis negosiator yang hanya merasa terpuaskan jika mereka  telah “menang” dan Anda telah dihancurkan, maka lindungi diri Anda  sendiri dan perjuangkan hidup Anda! Dan jika Anda menghadapi salah satu  dari “binatang” ini di dunia bisnis, dan Anda menginginkan suatu  negosiasi yang berujung pada kerja sama jangka panjang atau semacamnya,  maka Anda mencari masalah. Lebih baik Anda menghindari negosiator  semacam ini bahkan sebelum Anda bernegosiasi dengannya karena dalam hal  ini kedua belah pihak terkati tidak akan pernah mencapai kebahagiaan  bersama!</p>
<h4>Tips 2 – pertimbangkan mengenai keseimbangan kekuatan</h4>
<p>Sebagai salah satu bagian dari persiapan, Anda harus mempertimbangkan  dimanakah kekuatan berada. Jika Anda “membeli”, seberapa inginkah pihak  kedua menjual kepada Anda? Apakah Anda memiliki pilihan suplier lain  yang mungkin lebih jauh menginginkan untuk menjual kepada Anda? Jika  Anda “menjual”, coba cari tahu apakah Anda memiliki kompetisi murni,  atau apakah Anda mempunyai kelebihan kompetitif yang dapat mendorong  konsumen prospektif untuk mengarah kepada Anda. Analisa yang Anda  lakukan tidaklah sempurna, tapi cara pikir semacam ini akan membantu  Anda dalam menilai proses negosiasi pada saat Anda melakukannya.</p>
<h4>Tips 3 – dapatkanlah nasehat hukum secepatnya</h4>
<p>Jika Anda akan bernegosiasi mengenai suatu perjanjian yang pada  akhirnya akan diperiksa oleh seorang pengacara sebelum ditandatangani,  Anda disarankan untuk mencari nasehat hukum terlebih dahulu sebelum  bernegosiasi, daripada setelahnya. Anda akan menjadi pihak yang lebih  berkuasa jika Anda tahu terlebih dahulu apa yang diharapkan oleh  pengacara dalam perjanjian yang Anda negosiasikan, dan hal ini akan  menambahkan kekuatan Anda pada saat terjadinya negosiasi.</p>
<h4>Tips 4 – sedari awal, tentukan tujuan Anda serta hasil minimum yang diharapkan</h4>
<p>Sebelum Anda mulai bernegosiasi, Anda harus tahu pasti hasil  memuaskan seperti apa yang Anda inginkan. Anda juga harus tahu betul  hasil minimum seperti apa yang Anda harapkan; tanpa ini, lebih baik Anda  tidak usah berbisnis. Telaah hal-hal tersebut bersama partner Anda  dalam pembuatan keputusan, dan atasan Anda jika menyangkut kontrak  besar, dimana diperlukan adanya rancangan tertentu. Tetaplah pada  rancangan tersebut; selalu fokus pada rancangan yang telah ada selama  proses negosiasi, tetapi apapun keadaannya jangan biarkan pihak oposisi  tahu batas minimum Anda karena mereka pasti akan menggunakannya sebagai  batas maksimum mereka!</p>
<h4>Tips 5- jangan tergesa-gesa</h4>
<p>Anda tidak perlu tergesa-gesa. Jika Anda mulai merasa bahwa pihak  kedua mulai memburu-buru Anda, menetapkan deadline pada Anda, maka Anda  harus berhati-hati  karena hal ini merupakan taktik untuk “melemparkan”  Anda pada suatu kesepakatan yang mungkin Anda akan sesali seumur hidup!  Jika Anda membutuhkan waktu untuk berpikir, atau membuat kalkulasi, atau  berkonsultasi dengan pihak-pihak lain, maka lakukanlah. Mintalah pihak  kedua untuk memberikan Anda “time-out”, lalu pergilah ke ruang lain, dan  lakukan hal yang perlu Anda lakukan, sendiri. Penting adanya bagi  sebuah tim negosiasi untuk mengambil waktu break secara berkala untuk  berkonsultasi dan bersepakat mengenai taktik selanjutnya.</p>
<h4>Tips 6- ingatlah dengan baik keseluruhan hasil kesepakatan</h4>
<p>Usahakanlah untuk mengingat semua elemen dalam kesepakatan, dan  pastikan bahwa kedua belah pihak menyetujuinya. Merupakan hal yang  memalukan, dan terkadang mengacaukan, jika Anda  telah menyepakati suatu  perjanjian tetapi Anda harus mengulangi proses negosiasi dikarenakan  Anda kehilangan beberapa elemen yang terdapat dalam kesepakatan  tersebut. Jika Anda seorang penjual,  catatlah semua hasil negosiasinya  dengan menyebutkan keseluruhan elemen dari proposal yang ingin Anda  jual. Jika Anda pembeli, sebisa mungkin dapatkan hal-hal gratis,  termasuk tidak adanya biaya tambahan dalam keseluruhan perjanjian.</p>
<h4>Tips 7- buatlah catatan</h4>
<p>Ketika sesuatu hal telah disepakati, maka catatlah. Setelah rapat  selesai, berikan catatan Anda ke pihak kedua untuk mengkonfirmasi bahwa  kesepakatan telah diambil. Adalah sebuah pepatah Inggris, “Jika tidak  dicatat, maka tidak pernah terjadi”</p>
<h4>Tips 8-  berhati-hatilah dalam berbahasa</h4>
<p>Akhirnya, ketika Anda membaca sebuah kontrak sebelum  menandatanganinya, ingatlah bahwa kata-kata itu penting terutama dalam  sebuah kontrak dimana terdapat keterlibatan pengacara. Banyak istilah  hukum yang mempunyai arti tidak lazim atau asing. Membaca kontrak yang  dibuat oleh pengacara hampir sama dengan membaca tulisan dalam bahasa  asing.</p>
<p>Jika kontrak Anda tertulis dalam bahasa Inggris, seperti  halnya kontrak-kontrak internasional lainnya, dan bahasa Inggris  bukanlah bahasa asli Anda, maka Anda harus benar-benar berhati-hati.  Bahasa Inggris adalah bahasa yang benar-benar fleksibel, yang mempunyai  ketepatan sekaligus kerancuan!</p>
<p>Tapi ingatlah bahwa jika Anda  menjalin hubungan dengan tim kami di Aim for English, maka Anda akan  selalu mendapat saran dari kami mengenai dokumen-dokumen penting Anda.  Jika perusahaan Anda berada di Jakarta, Aim dapat memasukkan  keterampilan bernegosiasi dalam program pelatihan bahasa Inggris yang  didesain khusus untuk perusahaan Anda.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/negosiasi-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjaga ketepatan waktu di Jakarta</title>
		<link>http://aimjakarta.com/menjaga-ketepatan-waktu-di-jakarta/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/menjaga-ketepatan-waktu-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:45:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1192</guid>
		<description><![CDATA[LALU LINTAS JAKARTA mengerikan, bukan? Ketika saya mengetik artikel ini, saya sedang duduk di taksi dan bertanya-tanya betapa banyak waktu dan produktivitas yang kita buang sia-sia hanya karena lalu lintas ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LALU LINTAS JAKARTA mengerikan, bukan? Ketika saya mengetik artikel ini,  saya sedang duduk di taksi dan bertanya-tanya betapa banyak waktu dan  produktivitas yang kita buang sia-sia hanya karena lalu lintas yang  macet. Untungnya, saya masih punya banyak waktu sehingga saya tidak akan  terlambat untuk menghadiri rapat pada waktu itu. Kita akan kehilangan  kredibilitas jika kita tidak bisa datang tepat waktu. Jam karet  sekalipun bukanlah alasan yang bagus untuk membuat orang lain menunggu.</p>
<p>Di  Aim for English, kami tahu betul betapa pentingnya ketepatan waktu,  bahkan di Jakarta. Dan kami telah membuktikan bahwa kami selalu tepat  waktu dalam keseharian kami. Simaklah 5 tips sederhana di bawah ini  untuk membantu Anda melakukan hal yang sama.</p>
<p>• Selalu beranggapan  bahwa hari ini akan macet. Ketahuilah berapa lama waktu yang dibutuhkan  untuk mendatangi berbagai tempat di Jakarta pada waktu yang  berbeda-beda. Pada musim hujan, gandakan perkiraan Anda.</p>
<p>•  Tibalah setengah jam lebih awal sehingga ada sedikit waktu untuk  istirahat dan bahkan minum kopi. Dengan demikian, Anda akan tiba di  kantor klien tepat waktu dan Anda sudah sedikit bersantai dan siap untuk  bekerja. Ingatlah bahwa “Anda tidak akan mendapatkan kesempatan kedua  untuk memberikan kesan pertama” dan hadir tepat waktu adalah salah satu  hal terbaik yang dapat Anda lakukan.</p>
<p>• Hindari membuat janji  sebelum jam 10 pagi atau setelah jam 4 sore karena pada waktu-waktu  tersebut kebanyakan jalan di Jakarta macet. Lebih baik Anda melakukan  pekerjaan lain yang lebih penting di kantor.</p>
<p>• Kenalilah jalan  di Jakarta dan gunakanlah jalan tikus. Pergi ke tempat yang baru?  Cetaklah peta dari berbagai situs gratis seperti streetdirectory.co.id</p>
<p>•  Cek keadaan lalu lintas sebelum Anda pergi. Ada berbagai macam laporan  lalu lintas di radio atau di situs macetlagi.com di mana terdapat kamera  di jalan-jalan utama dan persimpangan di seluruh Jakarta. Periksalah  sebelum Anda pergi dan selalu rencanakan rute alternatif atau  luangkanlah waktu yang lebih banyak jika lalu lintas sedang macet.</p>
<p>Dalam  keseharian kami, guru-guru Aim for English mengikuti tips-tips  sederhana di atas. Oleh sebab itu, kami memiliki catatan rekor 96% dalam  hal ketepatan waktu untuk sesi pengajaran yang diadakan di luar kantor  kami di Manggarai, dan hal ini juga yang menjamin guru-guru kami selalu  datang tepat waktu di kantor klien-klien kami dengan perasaan santai dan  siap untuk mengajar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/menjaga-ketepatan-waktu-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 tip untuk belajar bahasa Inggris lebih cepat</title>
		<link>http://aimjakarta.com/6-tip-untuk-belajar-bahasa-inggris-lebih-cepat/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/6-tip-untuk-belajar-bahasa-inggris-lebih-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1190</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada yang dapat menggantikan belajar bahasa Inggris di Aim for English Manggarai. Meskipun demikian, ada banyak hal lain yang dapat Anda lakukan di luar kelas untuk mempercepat kemajuan Anda ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak ada yang dapat menggantikan belajar bahasa Inggris di Aim for  English Manggarai. Meskipun demikian, ada banyak hal lain yang dapat  Anda lakukan di luar kelas untuk mempercepat kemajuan Anda dalam belajar  bahasa Inggris:</p>
<p>1. Gunakan lebih banyak bahasa Inggris dalam  keseharian Anda. Pilih bbc.com daripada detik.com, The Jakarta Post  daripada Kompas. Dan untuk mendapatkan pengalaman bisnis terbaik di  dunia dari bacaan berbahasa Inggris, bacalah artikel dalam The  Economist.</p>
<p>2. Catatlah! Bawa buku catatan Anda sepanjang waktu  untuk menuliskan kata-kata baru, kemudian pelajari kata-kata baru  tersebut. Anda harus mengulangi kosakata baru berkali-kali sebelum pada  akhirnya kosakata tersebut lekat dalam memori Anda.</p>
<p>3. Cari dan gunakan kesempatan apapun yang ada untuk berbicara dalam bahasa Inggris.</p>
<p>4. Gunakan Internet. Di website Aim, Anda dapat dengan mudah menemukan daftar yang memuat berbagai sumber on-line.</p>
<p>5.  Buatlah kesalahan! Jangan pernah takut untuk mencoba menggunakan bahasa  yang Anda pelajari. Tentu saja Anda akan melakukan kesalahan, namun  disinilah Anda belajar untuk menjadi lebih baik. Salah satu klien kami,  seorang jenius bergelar PhD dari sebuah universitas dengan pengantar  bahasa Inggris, mengatakan kepada kami bahwa dia selalu dapat melihat  kesempatan untuk belajar dari kesalahan yang dia buat.</p>
<p>6. Jangan pernah menyerah untuk berusaha memperbaiki kesalahan Anda. Jika Anda gampang menyerah, maka Anda akan jauh tertinggal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/6-tip-untuk-belajar-bahasa-inggris-lebih-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelatihan Bahasa Inggris Bisnis Yang Kreatif</title>
		<link>http://aimjakarta.com/pelatihan-bahasa-inggris-bisnis-yang-kreatif/</link>
		<comments>http://aimjakarta.com/pelatihan-bahasa-inggris-bisnis-yang-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 14:44:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aim for English</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aimjakarta.com/?p=1188</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Aim dihubungi oleh Prudential, sebuah perusahaan penyedia jasa keuangan multinasional raksasa, dan diminta untuk membantu mengubah budaya berbahasa dari 700 stafnya pada Divisi Operasi mereka di Jakarta, kami sadar ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Aim dihubungi oleh Prudential, sebuah perusahaan penyedia jasa  keuangan multinasional raksasa, dan diminta untuk membantu mengubah  budaya berbahasa dari 700 stafnya pada Divisi Operasi mereka di Jakarta,  kami sadar bahwa kami harus berpikir di luar kotak untuk mendapatkan  hasil yang dicari. Pelatihan untuk 700 staf bukanlah suatu hal yang  mudah untuk diterapkan. Jadi Aim bekerja sama dengan tim Prudential  merancang sebuah program dimana 60 staf Prudential dipilih sebagai  &#8216;fasilitator&#8217;, dan masing-masing ditugaskan untuk memotivasi,  memfasilitasi dan mengajar sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 10  staf lain dalam sebuah sesi tutorial mingguan. Masalahnya adalah tidak  satupun dari fasilitator tersebut yang tahu seluk beluk cara mengajar!</p>
<p>Program  pelatihan diawali dengan serangkaian workshop satu hari penuh yang  diperuntukkan bagi ke enam puluh fasilitator Prudential. Para instruktur  Aim memperkenalkan teknik dasar mengajar serta strategi untuk  memotivasi dan meningkatkan kepercayaan diri rekan-rekan kerja mereka.  Fasilitator juga didorong untuk menggunakan imajinasi mereka.  Bersama-sama, kedua tim dari Prudential dan Aim mengasah para  fasilitator dalam berkreativitas dan memberikan sentuhan pribadi ke  dalam setiap pelajaran mereka.</p>
<p>Setelah menghadiri workshop  tersebut, para fasilitator bertemu dengan kelompok mereka  setiap minggu  untuk mengadakan tutorial informal terstruktur menggunakan  materi-materi pelajaran yang disediakan oleh Aim. Fasilitator  mendapatkan dukungan dan dorongan 24 jam dari Aim melalui email maupun  IM dan mereka bertemu dengan instruktur Aim setiap bulan untuk sesi  review.</p>
<p>Sejauh ini, hasilnya sangat positif. Kegelisahan yang  awalnya dirasakan para fasilitator telah digantikan dengan antusiasme  sekaligus kreativitas serta adanya sesi-sesi pelajaran menyenangkan yang  ditunggu-tunggu oleh 700 staf Prudential. Kami sangat terkesan dengan  setiap individu di Prudential dan pada saat ini mereka sudah berada di  jalur yang tepat untuk menerapkan budaya kerja berbahasa Inggris.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aimjakarta.com/pelatihan-bahasa-inggris-bisnis-yang-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

